Pembelajaran Teknologi Menjahit melalui Daring Membuat Masker


PANDEMI Covid-19 yang melanda seluruh dunia mengakibatkan dampak luar biasa. Dunia pendidikan pun tak luput dari dampak tersebut. Kebijakan social distancing pun berdampak terhadap roda kehidupan manusia. Tak terkecuali bidang pendidikan ikut terdampak dengan kebijakan pemerintah meliburkan proses pembelajaran di sekolah. Pendidikan formal yang biasa dilakukan di sekolah secara tatap muka antara guru dan siswa saat ini tidak lagi dilakukan. Hal ini sangat menghambat kegiatan belajar mengajar.

Kendati demikian, pandemi ini justru mampu mengakselerasi pendidikan 4.0 dengan sistem pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh (daring) dengan memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi adalah berbagai keperluan serta sarana berbentuk aneka macam peralatan atau sistem yang berfungsi untuk memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi manusia (https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi).

SMK Negeri 1 Sayung, khususnya siswa Kelas X Tata Busana telah menerapkan metode pembelajaran daring pada saat pandemi Covid -19 ini. Salah satu mata pelajaran siswa Kelas X Tata Busana yaitu Teknologi Menjahit pada kompetensi dasar membuat penyelesaian busana, di mana Teknologi Menjahit ini merupakan suatu ilmu keterampilan yang mempelajari mempelajari cara atau teknik, metode pembuatan atau menyelesaian menjahit.

Teknik membuat busana yang dapat diterapkan untuk proses menciptakan sebuah busana dimulai dari cara mendapat ukuran suatu busana, cara membuat pola, cara memotong, cara menjahit, cara memasang lapisan pada kain, cara membuat fragmen-fragmen kecil untuk busana, cara finishing, hingga cara menghias suatu busana.

Pada pembelajaran daring Teknologi Menjahit, siswa diminta untuk membuat masker. Pembuatan masker ini merupakan salah satu bagian dari tugas yang diberikan guru. Selain itu, pembuatan masker ini juga selaras dengan kondisi yang ada saat pandemi Covid-19 ini. Proses pembelajaran daring membuat masker ini, siswa dapat membuka video tutorial langkah pembuatan masker yang sudah dipraktikkan guru dan kemudian di-upload melalui media Youtube.

Salah satu cara dalam membuat masker yaitu dengan menyelesaikan tepi kain/kampuh dengan cara menjahitkan sepotong kain sepanjang tanda jahitan. Pembuatan masker dengan memakai kain sisa atau perca yang ada di rumah. Kain yang digunakan dapat sesuai dengan warna utama ataupun yang berwarna kontras untuk memberi kesan lebih dekoratif. Penyelesaian tepi kain menggunakan kain serong dengan ukuran yang sama pada bagian atas dan bawah disebut juga dengan rompok. Rompok dapat diselesaikan dengan tusuk-tusuk kelim dari bagian dalam melekat pada setikan pertama. Rompok dapat pula diselesaikan dengan dijahit mesin dari luar, tepat pada setikan pertama. Setelah rompok selesai dikerjakan, lalu diseterika agar rapi. Penyelesaian rompok jika tidak ada mesin jahit di rumah. Rompok dapat diselesaikan dengan menggunakan jahitan tangan, lalu diseterika supaya rapi.

Pembelajaran daring tersebut memang awalnya sangat sulit dilakukan, karena siswa tidak bertatap muka secara langsung dengan guru. Akan tetapi kendala tersebut berangsur-angsur teratasi dengan kesabaran guru yang selalu intens memberikan pembelajaran daring kepada siswa. Setelah pembuatan masker selesai, penulis meminta siswa untuk membagikan kepada saudara, teman ataupun tetangga yang membutuhkan. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan jiwa sosial siswa terhadap lingkungan sekitar di saat pandemi Covid-19 ini. (on1/aro)

Artikel oleh Ibu Dian Safitri Purwaningrum, S.Pd telah terbit di surat kabar Jawa Pos edisi Rabu, 15 Juli 2020 Halaman 12

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.