Pembelajaran Proyek Berorientasi Green Chemistry di SMK Pusat Keunggulan


ILMU adalah terjemahan dari science (sains). Kata sains diambil dari Bahasa Latin yaitu scientia, yang arti harfiahnya adalah pengetahuan. Kuslan Stone menyebutkan bahwa sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Pengetahuan, dalam hal ini pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi, didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah.


Murtadho Muthahari menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan telah memberikan kekuatan, pencerahan, menciptakan teknologi. Ia memberikan momentum, menunjukkan apa yang di sana. Ia adalah kemampuan, merupakan revolusi eksternal, membentuk kembali alam. Ia adalah keindahan dan kebijaksanaan.


Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berfungsi untuk membekali peserta didik agar mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan nyata pada abad 21 ini yang berkaitan dengan fenomena alam dan sosial di sekitarnya secara ilmiah dengan menerapkan konsep sains. Dengan kata lain, setelah mempelajari mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, peserta didik dapat memperoleh kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepat secara ilmiah agar dapat hidup lebih nyaman, sehat, dan baik.


Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial pada elemen menjelaskan fenomena secara ilmiah, capaian pembelajaran aspek ilmu pengetahuan alam sosial zat dan perubahannya. Dalam materi campuran dijelaskan campuran ada 2, campuran homogen dan heterogen. Pada campuran homogen ada yang namanya koloid dengan produk yang dibuat proyek pembelajaran adalah sabun cuci motor. Prinsip kerja sabun adalah menutupi kotoran minyak sehingga membentuk partikel dan ketika dibilas kotoran akan lenyap. Mediumnya air (hidrofil) terdapat dalam sabun. Sabun merupakan emulgator.


Pada pembelajaran pembuatan sabun, siswa menggunakan bahan green chemistry. Konsep green chemistry yang ramah lingkungan menjaga kesehatan manusia, sangat mendukung dalam pembelajaran proyek kimia di sekolah. Kon sep ini dapat menghadirkan cerminan dari sebuah proses pendidikan yang berkelanjutan.

Saptorini et al., (2014) menyatakan bahwa dalam praktik penerapan pendekatan green chemistry didasarkan pada 12 prinsip green chemistry, rancangan produk dan proses kimia dapat meminimalisir atau menghilangkan penggunaan dan pembuangan senyawa kimia yang berbahaya. Prinsip yang mengutamakan pencegahan limbah, siswa mendesain petunjuk praktikum berbahan baku ramah lingkungan, dan mudah didapat siswa dalam kehidupan sehari-hari. Bahan baku yang akan digunakan dalam praktikum merupakan bahan baku yang dapat diperbaharui serta mendesain produk yang dapat terurai.


Pada bahan pembuatan sabun, pewarnanya dibuat dari pewarna hijau yang diambil dari daun suji, sehingga dapat meminimalisir senyawa kimia. Botol yang dikemas pun didapatkan dari botol minuman bekas yang digunakan lagi sebagai botol pengemasan sabun. Siswa-siswa antusias dengan proyek ini. Produk green chemistry pun bisa bermanfaat untuk lingkungan sosial serta melatih siswa untuk belajar berwirausaha.

Artikel oleh Ibu Umi Setyaningsih, S.T telah terbit di surat kabar Joglo Jateng edisi Senin, 1 November 2021 Halaman 5

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.